Minggu, 16 Agustus 2020

Apa Perbedaan Baking soda dan Baking powder?

Baking soda dan Baking powder adalah bahan tambahan pangan (zat aditif) yang diperlukan dalam proses pembuatan/pemanggangan roti/kue.  Kedua bahan tersebut juga memiliki rupa dan tekstur yang mirip yaitu berbentuk serbuk berwarna putih. Namun sebenarnya kedua bahan ini memilki perbedaaan dari segi komposisi kimianya. Karena memiliki komposisi bahan kimia yang berbeda, tentu saja reaksinya akan berbeda ketika bertemu dengan bahan kimia lain, terutama dalam hal ini adalah asam/cuka.

Berikut beberapa perbedaan antara Baking soda dan Baking powder :

1.      Kandungan kimianya

Baking soda atau juga dikenal sebagai soda kue adalah senyawa kimia dengan rumus kimia NaHCO3 atau Natrium Bikarbonat/Sodium bicarbonate. Jadi, Baking soda adalah senyawa campuran yang  mengandung 100% natrium bikarbonat, artinya tidak memiliki komponen lain dalam senyawa ini. Sedangkan komponen dalam Baking powder adalah natrium bikarbonat dan  komponen asam seperti cream of tartar, sodium alumunium fosfat dan monokalsium fosfat.  Artinya, Baking powder adalah Baking soda yang telah dicampurkan dengan bahan asam lainnya.

2.      Cara kerja dalam mengembangkan adonan

Baking soda adalah senyawa kimia yang bersifat basa, sehingga membutuhkan bahan asam agar dapat bereaksi dengan maksimal, seperti buttermilk, lemon, yoghurt, madu, gula, cuka atau susu sehingga akan menghasilkan gelembung karbondioksida yang menyebabkan adonan menjadi ringan dan mengembang naik. Sehingga bahan adonan yang sudah mengembang harus segera dioven agar tidak kempes dan kembali ke bentuk semula.

Sedangkan Baking powder adalah senyawa campuran antara natrium bikarbonat dengan bahan senyawa bersifat asam, sehingga tidak memerlukan lagi bahan bersifat asam agar dapat bereaksi dan dapat digunakan secara langsung. Jika baking powder bertemu dengan cairan dan terkena panas akan membentuk karbondioksida. Dengan demikian, setelah adonan dicampukan dengan baking powder, maka perlu dibiarkan selama 1-2 jam agar adonan mengembang naik (tergantung tingkat mengembang yang diinginkan).

3.      Kemampuan mengembangkan adonan

Berdasarkan komponennya, maka Baking soda yang murni 100% natrium bikarbonat jelas memiliki reaksi 3-4 kali lebih cepat dalam mengembangkan adonan kue dibandingkan dengan Baking powder yang merupakan campuran baking soda dengan bahan lainnya.

Baking powder ada 2 jenis yang beredar di pasaran, yaitu baking powder single acting dan double acting. Untuk baking powder jenis single acting, jika adonan sudah dicampurkan dengan baking powder jenis ini maka adonan harus segera diberi perlakuan seperti dikukus atau dipanggang. Hal ini dikarenakan baking powder ini akan segera membentuk gelembung gas ketika bercampur dengan adonan. Sedangkan untuk baking powder jenis doble acting, akan bereaksi dalam 2 tahap sehingga adonan kue perlu didiamkan terlebih dahulu sebelum dikukus atau dipanggang. Pembentukan gelembung gas karbondioksida ini terjadi dalam 2 tahap yaitu ketika adonan didiamkan maka gas karbondioksida akan dilepaskan di suhu ruangan dan saat suhu menigkat ketika adonan dikukus atau dipanggang.  

4.      Pengaruh pada rasa roti/kue

Meksipun kedua bahan ini sama-sama sebagai bahan pengembang, namun tentu saja harus ditambahkan dengan takaran yang pas dan sesuai agar tidak menghasilkan rasa yang aneh pada roti/kue. Apa yang terjadi jika dalam menambahkan baking soda dan baking powder terlalu berlebih? Jika baking soda ditambahkan terlalu berlebih, maka tidak mempengaruhi rasa pada roti/kue yang dihasilkan. Sebaliknya, jika baking powder yang ditambahkan terlalu berlebih, maka rasa roti/kue yang dihasilkan akan terasa pahit. Alasannya adalah tingkat keasaman baking powder lebih tinggi dibanding baking soda yang bersifat alkali.

5.      Penggunaan/aplikasi pada jenis roti/kue tertentu

Biasanya baking soda digunakan untuk membuat jenis cookies seperti roti, biskuit yang memberikan tekstur kering, garing dan renyah pada kue. Sedangkan baking powder digunakan untuk membuat bolu, bakpao, murfin,, kue cubit, martabak, yang memiliki bahan yang relatif netral pada adonan.

 

Pada beberapa kasus pembuatan roti/kue, biasanya tidak hanya menggunakan salah satu pengembang ini. Biasanya menggunakan kedua bahan pengembang namun dengan takaran yang sesuai dengan kebutuhan sehingga menghasilkan roti/kue yang bagus dan enak.


Puisi : Kadang Kita Lupa

 Kadang kita lupa bahwa sejak sekolah dasar dulu kita diajarkan tentang sudut pandang

Kadang kita lupa bahwa sudut pandang yang diajarkan itu ada tiga

Kadang kita lupa  bahwa 3 sudut pandang itu adalah orang pertama, orang kedua dan orang ketiga

 

Kadang kita lupa bahwa orang pertama adalah aku, saya, daku, kami

Kadang kita lupa bahwa orang kedua adalah kamu, kau, dikau, engkau,

Kadang kita lupa bahwa orang ketiga adalah dia, mereka

Kadang kita lupa bahwa aku, saya, daku adalah yang mengalami

 

Kadang kita lupa bahwa kamu, kau, dikau, engkau adalah orang lain yang mengalami tanpa aku tau apa itu

Kadang kita lupa bahwa dia, mereka adalah sekelompok orang yang mengalami hal tanpa aku tau apa itu

Kadang kita lupa bahwa aku tidak mengalami dan merasakan apa yang kamu dan dia alami dan rasakan

Kadang kita lupa bahwa kamu juga tidak mengalami dan merasakan apa yang aku alami dan rasakan

Kadang kita lupa bahwa mereka tidak mengalami dan merasakan apa yang aku dan kamu alami dan rasakan

 

Kadang kita lupa bahwa aku, kamu dan mereka adalah berbeda, adalah tak sama satu sama lain

Kadang kita lupa bahwa posisiku tak sak sama dengan posisi kamu dan dia

Kadang kita lupa bahwa posisimu tak sama dengan posisi ku dan dia

Kadang kita lupa bahwa posisi dia dan mereka tak sama dengan posisi ku dan kamu

Kadang kita lupa bahwa bahagiaku tidak sama dengan bahagia mu dan dia

Kadang kita lupa bahwa bahagiamu tidak sama dengan bahagiaku dan dia

Kadang kita lupa bahwa bahagianya tidak sama dengan bahagiaku dan kamu

 

Kadang kita lupa bahwa aku, kamu dan dia bahagia

Kadang kita lupa bahwa aku bahagia dengan caraku

Kadang kita lupa bahwa kamu bahagia dengan caramu

Kadang kita lupa bahwa dia bahagia dengan caranya

 

Kadang kita lupa dimana posisi dan sebagai apa kita ditakdirkan

Kadang kita lupa bahwa aku ditakdirkan sebagai aku, bukan sebagai kamu bahkan bukan pula dia

Kadang kita lupa bahwa kamu ditakdirkan sebagai kamu, bukan sebagai aku bahkan bukan pula dia

Kadang kita lupa bahwa dia ditakdirkan sebagai dia, bukan sebagai aku bukan pula kamu

Kadang kita lupa bahwa aku bukanlah kamu ataupun dia

Kadang kita lupa bahwa kamu bukanlah aku ataupun dia

Kadang kita lupa bahwa dia bukanlah aku ataupun kamu

 

Kadang kita lupa bahwa aku masih suka mengusik dan berpikir bahwa aku adalah kamu bahkan dia

Kadang kita lupa bahwa kamu masih suka mengusik dan berpikir bahwa kamu adalah aku bahkan dia

Kadang kita lupa bahwa dia masih suka mengusik dan berpikir bahwa dia adalah aku bahkan kamu

Kadang kita lupa bahwa tidak semuanya harus selalu seperti yang aku mau

Kadang kita lupa bahwa tidak semuanya harus selalu seperti yang kamu mau

Kadang kita lupa bahwa tidak semuanya harus selalu sepeti yang dia mau

Kadang kita lupa bahwa kita kadang suka lupa.

 

  

Minggu, 31 Mei 2020

Sinopsis Novel Guru Aini


Sinopsis Novel “Guru Aini”

Novel Guru Aini merupakan prekuel dari Novel Orang-Orang Biasa karya Penulis Novel Tetralogi Laskar Pelangi, Andrea Hirata. Novel ini merupakan karya ke-12 Pak Cik Andrea Hirata, dengan novel sebelumnya adalah Orang-Orang Biasa.  Novel ini diterbitkan pada Bulan Januari 2020 oleh Penerbit Bentang Pustaka dan didistribusikan oleh Mizan Media. Novel ini memiliki tebal kurang lebih 336 halaman.  Novel ini memiliki tampilan fisik hampir serupa dengan Novel sebelumnya, Orang-Orang Biasa yaitu dengan sampul berwarna kuning yang sedikit gelap hampir ke hijau lumut. Jika pada bagian sampul depan novel Orang-Orang Biasa terdapat gambar sesosok lelaki bertopeng monyet, maka di novel Guru Aini ini terdapat sepasang sepatu olahraga berwarana putih bergaris-garis merah yang sudah lusuh. Novel ini seperti flashback dari Novel Orang-Orang Biasa. Karena ternyata alasan kenapa 10 sekawanan sahabat itu melakukan perampokan yang luar biasa hebat di dunia tidak lain karena Aini, tokoh utama dalam cerita ini.
Novel Guru Aini ini berlatar di sebuah pulau terpelosok nun jauh dibagian selatan pulau Sumatra, daerah Ketumbi, Pulau Tanjong Hampar. Dulu daerah itu masuk dalam wilayah Sumatra Selatan. Bahkan untuk sampai disana memerlukan waktu sekitar 3 hari 3 malam melalui perjalanan darat, dengan menaiki beberapa bus dan harus berlayar dengan kapal barang yang memuat apa saja untuk berjam-jam karena badai dan ombak sering membuat kapal itu terombang-ambing lebih dari waktu yang diperkirakan.  
Gaya bercerita si penulis dalam novel ini yaitu menggunakan sudut pandang orang ketiga tunggal, yaitu penulis mengetahui seluruh isi dan jalan cerita. Cerita dalam novel ini memiliki alur campuran, yaitu didalamnya terdapat alur maju dan mundur (flashback). Novel ini menceritakan perjuangan seorang Guru Matematika, yaitu Guru Desi. Guru Desi ini bersikeras ingin menjadi guru matematika, tujuannya sangat mulia yaitu ingin mencerdaskan bangsa ini dari kebodohan yang panjang. Perjalanan Guru Desi tidaklah mudah untuk menjadi Guru Desi yang dipandang sebagai guru Hebat dan eksentrik. Perjalanan Guru Desi dimulai saat ia lulus dari studinya dan akhirnya mendapat tempat pengabdian di Ketumbi, Pulau Tanjong Hampar. Ia harus menempuh perjalanan yang sulit dan panjang bahkan ia rela meskipun ia tahu ia tak tahan dalam perjalanan kapal. Berbekal tas carrier besar dipunggung dan sepatu olahraga hadiah dari Ayahnya yang tak pernah ia lepaskan serta buku The Principles of Calculus yang selalu ia tenteng selama perjalanan.  Seperti kita tahu bahwa pendidikan di daerah pelosok masih belum mengalami kemajuan, baik dai segi sumber daya pengajarnya maupun dari kualitas muridnya. Inilah tantangan Guru Desi selama mengabdi di Tanjong Hampar, ia ingin menjadi guru yang berhasil dan mengubah murid yang tidak bisa menjadi bisa.
Akhirnya Guru Desi menemukan satu murid genius, yaitu Debut Awaludin. Ia tak hanya genius, tapi juga terampil dan kreatif. Baginya matematika bukanlah hal sulit. Guru desi ingin mengajarkan matematika secara langsung kepada Debut, hingga ia menyiapkan bangku khusus untuk Debut belajar di rumah dinasnya. Namun Guru Desi kecewa berat, karena Debut mengundurkan diri sebagai muridnya dan memilih menjadi anggota penghuni kursi belakang. Sejak saat itu, sepatu olahraga bergaris merah hadiah dari ayahnya tak pernah ia ganti hingga akhirnya Guru Desi bertemu seorang siswa bebal, yaitu Aini, anak Dinah kawan Debut, para penghuni bangku belakang.
Dalam novel ini, juga menceritakan kisah sesungguhnya bagaimana Aini atau Nuraini binti Syafrudin, membawa nama ayahnya Syafrudin, seorang anak dari salah satu dari 9 sekawanan yaitu Dinah. Aini memang benar menuruni bakat Ibunya  dalam hal matematika. Bagaimana bisa setiap mendengar kata matematika dan setiap pelajaran matematika di sekolah perutnya menjadi sakit, dan anehnya lagi sakit itu sembuh seketika saat pelajaran matematika selesai. Hingga akhirnya saat masuk SMA, ayah Aini jatuh sakit. Sudah dibawa ke banyak paranormal, namun tak ada juga yang berhasil mengobatinya. Hingga ada seorang paranormal yang mengatakan bahwa penyakit ayahnya tak dapat disembuhkan, hanya dokter ahli yang bisa menyembuhkan penyakit ayahnya. Sejak saat itu, Aini bercita-cita akan mejadi dokter dan masuk fakultas kedoteran.
Tekadnya untuk masuk fakultas kedokteran demi menyembuhkan ayahnya, ia akhirnya pindah ke kelas Guru Desi, kelas yang dianggap semua siswa adalah neraka, kandang singa dan lainnya. Namun Aini tetap bersikeras untuk tetap masuk ke kelas Guru Desi dan ke rumah Guru Desi. Bagai melewati gurun, jalan AIni tidaklah mudah. Ia harus kena damprat Guru Desi setiap ia belajar.
Cerita dalam novel ini mengajarkan banyak sekali pelajaran kehidupan, atau bahasa kerennya Slice of Life. Mengajarkan kita untuk tetap gigih, berusaha dan pantang menyerah demi menggapai cita-cita. Bagaimanapun keadaannya, jika kita berusaha dan percaya, niscaya Yang Maha Kuasa akan selalu member pertolongan.

Kamis, 12 September 2019

Skripsi Tentang Pengawet Bahan Alam

Judul Skripsi :


PENGARUH VARIASI KADAR EKSTRAK ALGA MERAH (Eucheuma cottonii) DARI PERAIRAN PULAU ENGGANO SEBAGAI BAHAN PENGAWET ALAMI FILLET
IKAN TUNA (Thunnus sp.)



Mau file lengkap? hub email dewiekauranium@gmail.com
Lengkap beserta ebook dapus

Kamis, 28 Maret 2019

Sinopsis Novel Orang-Orang Biasa


Novel Orang-Orang Biasa ditulis oleh novelis Indonesia yang sudah mendunia yaitu Andrea Hirata. Novel ini merupakan karya  ke-11 Beliau. Novel ini diterbitkan dan dicetak untuk pertama kali oleh penerbit Bentang Pustaka pada Februari 2019. Novel ini memiliki tebal sekitar 300 halaman. Novel ini mudah ditemukan karena memilki warna sampul kuning yang cerah. Gambar ilustrasi dibagian sampul depan terdapat sesosok tubuh seorang pria yang menggunakan topeng monyet dengan menyandangkan kantung harta karun atau kantung sinterklas. Mungkin itulah ilustrasi terbaik untuk menggambarkan isi dari novel ini.
 (Gambar sampul depan OOB).

Novel Orang-Orang Biasa ini berlatar di sebuah kampung di Belitong yaitu Belantik. Kampung yang bahkan tak akan kita temukan di peta Indonesia. Latar tempat dalam novel ini sangat menarik, dimana kampung Belantik berisi sekumpulan orang-orang yang luar biasa berhati besar meskipun mereka tidak mengenyam bangku pendidikan yang tinggi. Dalam novel Orang-orang Biasa menceritakan perjuangan sekawanan persahabatan yang sejak bangku SMA dalam memperjuangkan anak sahabatnya untu bisa kuliah Fakultas Kedokteran di Universitas Negeri ternama. Anak tersebut lulus tes masuk Fakultas Kedokteran, namun tidak sanggup membayar uang muka pendaftaran sebanyak 80 juta.
Sekawanan sahabat itu adalah Salud, Junilah, Nihe, Sobri, Honorun, Handai, Dinah, Rusip, Tohirin, dan anggota terakhir Debut. Mereka dipersatukan di bangku paling belakang saat sekolah. Karena rasa persatuan dan kesatuan atas persamaan nasib yang mereka alami hampir sama yaitu selalu mendapat nilai jelek dan bahakan ada beberapa yang tidak naik kelas beberapa kali dan selalu menjadi bahan bullian trio Bastardin dan duo Boron. Di dunia ini, ada orang-orang yang diciptakan menjadi orang-orang Berjaya dan orang-orang termangu.  Trio Bastardin dan duo Boron dicitptakan menjadi orang Berjaya dan sepuluh sahabat diciptakan menjadi orang termangu.
Aini adalah putri sulung Dinah yang lolos tes Fakultas Kedokteran Universitas negeri ternama. Namun sayang, cita-cita itu sempat dikubur dalam-dalam lantaran ia tak bisa membayar uang pendaftaran masuk sebesar 80 juta. Dinah dan putrinya Aini sudah kesana-kemari mencari pinjaman ke bank, ke koperasi namun selalu ditolak lantaran tak punya jaminan pinjaman. Karena memang tak ada barang berharga atau sertifikat tanah yang dapat digunakan sebagai jaminan. Akhirnya Aini bertekad menabung dengan bekerja menjadi karyawan warung kopi.  
Dinah sedih karena merasa bersalah telah melahirkan seorang anak cerdas sehingga ia tak mampu menyekolahkan Aini. Akhirnya, Debut dan anggota perkumpulan sahabat itu bertekad ingin membantu mencari biaya masuk Fakultas Kedokteran Aini meskipun mereka tahu bahwa sangat mustahil bisa mendapatkan uang sebesar 80 juta dalam waktu singkat.  Satu-satunya jalan untuk mendapatkan uang sebesar 80 juta adalah dengan merampok atau bahasa halusnya adalah meminjam terlebih dahulu nanti dikembalikan jika mereka tidak ingin meminjami uang itu.  
Disinilah keseruan novel ini dimulai. Dimana Debut cs mempersiapkan rencana perampokan bank yang tak kunjung selesai. Hingga 22 kali rapat namun bukan solusi yang mereka peroleh namun menambah masalah. Setting lain menceritakan kwartet Mul yang juga merencakan perampokan secara professional. Hingga akhirnya hari H perampokan datang jua. Perampokan dilakukan oleh sepuluh sahabat itu pada hari pawai kemerdekaan. Tim dibagi menjadi 2 yaitu penyerbu 1 dan 2. Namun saat tim penyerbu 1 sudah didepan brankas uang, Debut sebagai ketua pimpinan perampokan memberi perintah untuk kabur dan alhasil perampokan dibank gagal. Namun akhirnya mereka merampok toko Batu Mulia milik Trio Bastardin.  
Tak disangka, perampokan di toko Batu Mulia yang tak direncanakan  malah berhasil. Mereka berhasil mendapatkan 18 miliyar tak lebih dan tak kurang. Dalang dibalik perampokan itu adalah Debut, si idealis pemilik toko buku Heroik  yang miskin. Semua sudah direncanakan hingga melibatkan guru seni SMA. Namun sepuluh kawan itu berhati besar, sungguh besar. Mereka adalah orang-orang biasa namun luar biasa. Akhirnya uang hasil korup 18 miliyar itu  ditangkap oleh Inspektur dan komandan dengan trio Bastardin sebagai tersangka. Dan inspektur juga berhasil menangkap basah perampokan kwartat Mul.
Akhir cerita, sepuluh sahabat itu meminjam kepada siapa saja dan menjual barang apa saja yang bisa dijual demi Aini bisa kuliah Fakultas Kedokteran. Kasus perampokan yang gagal di bank hingga kini tak tercium dan tidak meninggalkan barang bukti sekecil apapun sehingga ini adalah kasus perampoan yang teraneh di kampung Belantik dan tidak pernah terpecahkan oleh Inspektur.

Minggu, 05 Maret 2017

Pulau Enggano


Pulau enggano merupakan salah satu pulau terluar Indonesia. Pulau ini berada di kawasan Provinsi Bengkulu, kabupaten Bengkulu Utara. Pulau ini masih bisa dikatakan kurang maju karena di pulau enggano ini masih kental dengan adat istiadat. Pulau enggano terdiri dari 6 desa, yaitu Desa Kahyapu, Desa Kaana, Desa Malakoni, Desa Apoho, Desa Meok, dan Desa Banjarsari. Pusat Kecamatan Enggano berada di Desa Apoho.
Ini adalah kali pertama kunjungan saya sebagai warga Bengkulu ke Pulau Enggano setelah 21 tahun Berjaya dan memijak tanah kemanapun. Sebuah anugrah dan keajaiban saya bisa memijakkan kaki, bahkan merebahkan punggung serta meminum air di Pulau Enggano ini. Pulau indah nan elok ini, segenggam tanah surga yang tidak sengaja ditempatkan diantara perairan bumi.
Untuk sampai ke Pulau Enggano, alat transportasi yang bisa digunakan ada dua yaitu alat transportasi darat dan udara. Ada dua alat transportasi darat yaitu kapal Sabuk Nusantara dan Kapal Feri, sedangkan alat transportasi udara yaitu pesawat dengan kapasitas beberapa orang saja. Hal inilah yang menghambat perkembangan bagi pulau ini. Alat transportasi yang sulit diperoleh jika cuaca tidak mendukung membuat  masyarakat menelan pil kerugian. Meskipun demikian, masyarakat Pulau Enggano tetap sejahtera. Kehidupan tetap berjalan dengan damai dan harmoni.
Sebagian besar pendapatan masyarakat Pulau Enggano berasal dari hasil perkebunan pisang kepok , kemudian disusul kakao. Kondisi tanah mendukung pertumbuhan pohon pisang kapok sehingga pisang tumbuh subur dan membuahkan hasil yang memuaskan. Kurang mendukungnya teknologi pengolahan pisang menjadikan nilai jual buah pisang mejadi rendah. Selain itu, bagi sebagian masyarakat, laut adalah ladang bagi mereka yang bekerja sebagai nelayan. Hasil laut juga menjadi prioritas utama, namun Karena kurangny teknologi dalam pengolahan dan pengawetan, hasil laut hanya dipasarkan di daerah Bengkulu saja.   

Meskipun demikian, Pulau Enggano memiliki potensi alam yang menakjubkan. Pantai dan laut yang indah dan elok, kecek orang Bengkulu, kalo kata orang jawa, uaapiiikkk tenan (haha).  Daerah pemukiman yang disekitarnya laut dan pantai. Namun, karena masih terbilang daerah konservasi, daerah ini juga masih terdapat binatang buas, sehingga perlu hati-hati jika anda mengunjungi pulau Enggano. Berikut adalah poto-poto dari Pulau Enggano
Gambar 1. Pantai Pulau Enggano
Gambar 2. Pantai menuju Muara Kahabi
Gambar 3. Muara Kahabi di Desa Banjarsari
Gambar 4. Bakblau di Desa Meok

Check this blog for see another beautiful picture of Enggano Island...okee?

Minggu, 17 Januari 2016

Makanan Cireng (Aci Goreng)

CIRENG

Cireng (singkatan dari aci goreng, bahasa Sunda untuk 'tepung kanji goreng') adalah makanan ringan yang berasal dari daerah Sunda yang dibuat dengan cara menggoreng campuran adonan yang berbahan utama tepung kanji atau tapioka. Makanan ringan ini sangat populer di daerah Priangan, dan dijual dalam berbagai bentuk dan variasi rasa. Makanan ini cukup terkenal pada era 80-an. Bahan makanan ini antara lain terdiri dari tepung kanji, tepung terigu, air, merica bubuk, garam, bawang putih, kedelai, daun bawang dan minyak goreng.
Seiring dengan perkembangan zaman, cireng telah terinovasi hingga variasi rasa yang ada mencakup daging ayam, sapi, sosis, baso, hingga keju dan ayam teriyaki. Bahkan inovasi tidak hanya secara rasa namun bentuk, contohnya adalah cimol. Sekarang Cireng tidak hanya terdapat di Priangan saja, tetapi sudah menyebar ke hampir seluruh penjuru Nusantara. Cireng yang dulu pada umumnya dijual oleh pedagang yang menaiki sepeda dengan peralatan membuat Cireng di bagian belakang sepedanya, bahkan telah tersedia online cireng.
            Tidak hanya di daerah pulau Jawa saja Cireng beredar. Namun, cireng juga telah sampai di Bengkulu, kota kecil yang banyak orang tidak tahu dan tidak dikenal. Aku pernah menemukan orang berjualan cireng di kota Bengkulu di daerah sekitar kampus Universitas Bengkulu. Cireng dijual bersama kawan-kawannya seperti bakwan, tahu isi, pisang goreng, tempe goreng, pisang coklat (piscok), dan lainnya. Cireng di Bengkulu sendiri terbuat dari bahan utama tepung kanji atau tepung aci dengan isi berupa sambal kacang tanah kental seperti sambal pecel atau lotek. Atau bisa juga berisi sambal cabe biasa. Cireng juga bisa dimakan dengan saus sambal jika bagian dalam cireng tidak berisi.
            Sedangkan cireng yang yang pernah saya temui di daerah Palembang dekat Kambang Iwak kecil, cireng bisa beraneka isi seperti baso pedas, sosis, ayam, abon dan lainnya. Namun, terdapat sedikit perbedaan cireng yang ada di Bengkulu dengan di Palembang. Di Palembang, cireng tidak terbuat dari bahan utama aci, melainkan tepung topioka biasa. Dan rasanya juga hanya seperti tepung goreng berisi saja. Tidak ada rasa khas dari cireng sesuai literatur dan sumber yang terpercaya. Menurut teman saya yang pernah tinggal di Bogor, cireng asli Bandung seperti cireng yang ada di Bengkulu dimana terbuat dari tepung aci yang digoreng. Namun, bentuknya beragam seperti bintang, bulat, persegi panjang, love (waru) dll.
Meskipun cireng di Bengkulu belum memiliki variasi isi seperti di Palembang, namun cireng di Bengkulu lebih menarik jika dilihat dari sudut pandang rasa. Di Bengklu sendiri cireng kurang dikenal dan disukai. Menurut beberapa narasumber yang ada di tempat jualan cireng dan lebih memilih membeli gorengan lain , “cireng rasanya seperti aci goreng. Kenyal dan susah digigit. Memang rasanya enak, namun karena tidak terbiasa memakan itu (cireng) jadi saya lebih suka membeli gorengan saja”. Ada juga yang mengatakan “cireng itu kan Cuma aci goreng, saya juga bisa buat itu di kosan. Tinggal beli tepung aci ditambah minyak kemudian langsung digoreng. Sudah, begitu saja selesai, untuk apa beli”.


Cireng memang aci goreng mbak, gorengan lain juga kalo mbak mau buat sendiri juga bisa. Mau buat tahu isi? Beli tahu kepong, sayuran wortel, kubis, seledri, tepung terigu untuk pembungkusnya dicampur digoreng. Sudah mbak, selesai kan? (jika saja aku punya keberanian menjawab itu, hehe).